Opor ayam berkembang dari pengaruh kuliner Timur Tengah dan India, seperti kari, yang
kemudian berpadu dengan santan dan rempah Nusantara. Perpaduan inilah yang membentuk
cita rasa opor khas Indonesia.
“Nama ‘Opor’ Berasal dari Teknik Memasak”
Kata opor diyakini merujuk pada teknik memasak daging dengan cara direbus perlahan dalam
santan. Proses ini membuat kuahnya gurih, kental, dan bumbu meresap sempurna.
“Opor Ayam Merupakan Simbol Kebersamaan”
Opor ayam hampir selalu hadir di meja saat Idulfitri sebagai simbol kebersamaan keluarga.
Biasanya dimasak dalam jumlah besar dan disantap bersama-sama.
“Opor putih dipengaruhi dari budaya Tionghoa”
Opor ayam putih dipercaya mendapat pengaruh budaya Tionghoa dan sering disajikan saat
perayaan Cap Go Meh. Jika saat Lebaran dimakan dengan ketupat, dalam tradisi ini opor
disantap bersama lontong.